Ini cerita moment kedua yg saia janjikan sebelumnya. Di tempat dan saat yg berbeda, tepatnya 20 Januari 2011, dengan rencana ke Mega Bekasi Hypermall untuk sekedar mencari kado bersama untuk sahabatku.
Sebelum berangkat aku bermaksud mengagetkannya dengan sedikit perubahan pada tampilanku. Kali ini aku mengenakan rok panjang, baju berkerah sabrina, serta kitten heels feminin, begitu anggun terlihat dengan rambut panjangku yg kugerai. Konsep yg sedang kuangkat dlm tampilanku kali ini adalah cokelat-hitam, favoritnya. Aku jarang berpenampilan feminin begini, sudah pernah kuceritakan bukan?
Dan entah kenapa saat2 ini sangat kunanti, selain ini adalah waktu colonganku di antara kesibukan jadwal UASku, ini merupakan pelampiasan kangenku kepadanya. Entah kenapa aku begitu merindukan saat itu, hingga kuabaikan jadwal belajarku hari itu (jgn dicontoh ya!). Akhirnya ia tiba juga di rumahku menjemputku, saat2 yg kunantikan sejak semalam sebelumnya. Aku pun segera pamit dan melaju ke tempat yg kami tuju.
Awalnya kami berkeliling melihat2 semua barang2 fashion yg dipajang. Aku bingung akan memberi kado apa untuk sahabatku, nyatanya aku malah keasyikan dengan barang2 incaranku sendiri. Dan saat bingung memilih ternyata waktu bisa terasa lama. Biasanya saat bersama cowokku waktu terasa begitu cepat berlalu. Tak mau ambil pusing, akhirnya aku putuskan membelikan sebuah blazer sebagai kado. Setelahnya barulah tiba waktunya berdua bersama pangeranku, waktu kami. Kami pun mencari tempat makan sekaligus untuk mengistirahatkan kaki lelah kami.
Kujumpai restoran2 dgn promo2 murahnya di lantai bawah. Dan kami tertarik pada salah satunya. Walau rasa makanannya tidak begitu memuaskan, setidaknya tempat itu cukup cozy untuk kami berbagi cerita. Dan anehnya disinipun aku merasa obrolan kami begitu berkesan dan berbobot.
Pangeranku begitu kecewa mendapati stand ice cream Mc Donalds favoritnya belum buka, sembari menunggu kucetuskan ide iseng untuk bermain di Giant Hypermart. Kusebut bermain karena hypermart atau semacamnya memang benar2 seperti tempat bermain bagi kami. Banyak barang2 seru yg bisa kami mainkan untuk lucu2an.
Seperti biasa, cukup lama kami gokil2an di sana, ternyata benar dugaan kami, banyak barang2 seru, aneh bin ajaib, dan pasti menarik untuk kami mainkan disana. Pangeranku bahkan sempat berfoto dengan gaya ala penjual sate, lengkap dengan pembakar sate dan kipas sulam tradisionalnya. Dengan hanya membeli makanan cemilan, kami menjajah tempat itu begitu lama. Setelah bosan baru kami keluar dan membayar barang.
Kami selanjutnya mencari toilet dan yg saat itu terbersit adalah toilet di bioskop XXI paling atas. Tempat yg pasti bersih, nyaman, dan asyik untuk disinggahi sekedar beristirahat. Namun teringat belanjaan makanan yg kami bawa, maka kami perlu strategi untuk masuk ke bioskop. Karena larangan untuk membawa makanan itulah, kami akhirnya bergantian ke toilet. Salah satu harus duduk menunggu di karpet luar bioskop. Karena kulihat pangeranku lebih membutuhkan, kupersilahkan ia duluan sedangkan aku menunggu di luar, duduk sendiri dengan rok ribetku ini.
Tibalah giliranku. Aku selalu senang berada dalam toilet yg bersih dan nyaman seperti itu. Biasanya kutuntaskan keperluanku sekaligus, seperti buang air, cuci tangan, berdandan (atau setidaknya membereskan muka kucelku), sisiran, memakai parfum, bahkan kadang foto2 narsis (hehehehe!). Tapi kali ini kuselesaikan secepat mungkin berhubung ada yg menungguku. Seselesainya, aku pun berjalan (sok) anggun langsung keluar dari pintu bioskop yg dijaga 2 penjaga berseragam. Begitu aku menghampiri pangeranku yg sibuk dgn titipan tas2 kresekku, ia terlihat mencurigakan. Ia menyuruhku untuk berjalan duluan di depannya, seperti menahan kesal akan sesuatu. Setelah tiba di eskalator turun baru ia mau bercerita padaku. Ternyata ia kesal pada penjaga bioskop yg melihatku dengan mupeng (Read : nafsu), ia tak habis2nya mendumal kesal. Aku pun tak mengerti di bagian mana dari diriku yg bisa menarik syahwat pria, aku memakai baju yg lehernya tdk terlalu vulgar, bahkan cenderung tertutup, berlengan balon pendek tapi tak bisa dibilang seksi, bahkan rokku panjang semata kaki(dan seringkali kedodoran), dengan dalaman legging panjang abu2 tebal, dan proporsi badanku bisa dibilang lebih mirip karung beras. Ternyata anggapan bahwa tindakan kriminal pelecehan thdp wanita disebabkan faktor penampilan wanita tsbt yg mengundang terbukti salah, memang faktor prianya aja nggak bisa menjaga iman dan nafsu mereka.
Tapi aku senang dengan respon pangeranku menyikapi hal itu, ia begitu waspada. Ia bersikap begitu melindungiku, bahkan begitu marah jika ada yg melecehkanku. Ia benar2 gentle dimataku saat itu, aku tidak pernah dibela cowokku sebegininya, seolah ia tercipta untuk melindungiku. Ehem, sebenarnya pernah...tapi tidak sebahagia ini rasanya. Ia begitu menganggapku berharga dan tidak patut dilecehkan, seakan aku sosok yg indah dengan diriku yg apa adanya ini. Ia selalu menghargai tubuh gembulku, bahkan semakin senang jika aku bertambah gemuk karena katanya berarti aku sehat. Ia selalu bahagia selama aku sehat, ia tidak pernah memprotes sedikitpun soal fisikku, bahkan seringkali ia yg memberikanku kepercayaan diri jika percaya diriku menurun karena fisikku. Pangeranku memang tidak suka tipe wanita dibuat2, dengan wajah penuh make up dan badan kurus lunglai karena diet ketat, ia menyukai kealamian (dan kesuburan). Dan ia menyukaiku apa adanya. Aku sendiri bingung apa yg menarik dr diriku karena menurutku diriku ini jelek, jauh dibawah standar umum.
Kembali ke perbincangan awal. Setelah insiden di bioskop, kami mencari tempat untuk sekedar ngemil dan melepas lelah bareng. Pangeranku akhirnya dapat membeli ice cream Mc Donalds favoritnya. Awalnya kami duduk lesehan di sebuah sisi koridor yg sepi agar tdk terlihat mengganggu, membuka laptop dan persediaan cemilan kami. Tapi kesalnya, kami diusir security tanpa alasan yg jelas. Lalu kami berpindah di pojokan foodcourt. Dan disanalah kami puas bermain2 dengan laptopnya sembari nyemil. Kami tak henti berbagi cerita, informasi, atau apapun unek2 yg ingin kami sampaikan. Hampir tak ada rahasia diantara kami, semua tentang mantan, tentang masa lalu, semua hal yg riskan dapat kami bicarakan dgn tenang. Kami memang pasangan yg menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan, hingga kami tidak pernah menemui konflik dalam hubungan kami. Kami sudah cukup dewasa untuk menyikapi masalah dengan bijak, berhubung pribadi kami masing2 memang toleran dan tenang. Untungnya tingkat egoisme kami masing2 rendah karena kamilah pihak yg seringnya tertidas dan tersakiti saking baiknya. Kami memang berasal dr dunia yg sama, sama2 sempat terlupakan, sama2 sering terlalu baik hingga dimanfaatkan orang, sama2 selalu disakiti dlm hubungan percintaan, dan sama2 bertekad tdk akan menyakiti org lain karena kami tau rasanya disakiti. Dan satu lagi, kami sama2 susah berpaling sekalinya jatuh hati ke seseorang, jadi beginilah kami, pemuja pasangan masing2. Aku selalu memujanya selayaknya idola dan ia selalu memujaku seakan aku sempurna. Bersyukur, sebenarnya itulah pangkal kelanggengan dan kunci kesuksesan dlm hubungan. Aku sudah sangat bersyukur mendapatkannya dan tidak membutuhkan yg lain lg, ia adalah hal terbaik yg bisa kudapatkan. Dan rasa syukur itulah yg seringkali terlupakan oleh orang2 skrg sehingga selalu merasa kurang, lalu dengan tamaknya mencari2 lagi yg lebih baik. Padahal diatas awan masih ada awan, tidak akan ada habisnya jika kita terus mencari yg terbaik, krn kesempurnaan biarlah hanya milik Sang Pencipta.
Cinta adalah bunga yang tumbuh dalam setiap hati manusia, yang akan semakin tumbuh subur bila selalu disiram dengan kejujuran dan kasih sayang.
Jumat, 21 Januari 2011
Flashback Masa Lalu
Pernahkah aku bercerita tentang dua moment akhir2 ini ketika aku bersamanya?
Sepertinya belum, mari kita mulai.
BCP, 17 Januari 2011
Kami janjian untuk melakukan 1 ritual pacaran aneh, ngenet bersama. Bukan hanya dengan 1 monitor dr seperangkat laptop/komputer sewaan, mojok berdua di warnet, cekikikan mesra sambil nunjuk2 kursor gak jelas, atau bahkan melakukan adegan mesum, tidak2, tentu bukan! Kami membawa 2 laptop, laptop kami sendiri2, lalu mencari tempat hotspot gratisan yang paling cozy. Dan tempat yg beruntung untuk kami singgahi itu adalah Bekasi Cyber Park.
Kami sudah menjajah mall ini puluhan kali, dan kami hapal tempat yg nyaman untuk kami duduki seharian ini, area luar foodcourt. Tempat yg sudah menjadi saksi banyak kenangan kami baik sebelum ataupun sesudah jadian, berlatarkan pemandangan indah jalanan besar bekasi barat, kemacetan, dan polisi2 dengan rompi ijo ngejrengnya, tempat yg saat matahari tenggelam mendadak menebarkan aura romantis dari susunan lampu2 kecil mirip kilauan hujan yg menggantung diatapnya. Sebelum itu, kami mengunjungi Mc Donalds terlebih dahulu untuk membeli ice cream favorit pangeranku (Ice cream boy, yeah! As sweet as him...). Lalu ice cream itulah yg menjadi pengganjal perut kami sembari mengotak atik laptop kami masing2. Well, beginilah yg terjadi jika 2 org di bidang IT (yg nggak modal) saling jatuh cinta dan pacaran, tetap nggak bisa jauh dr laptop (dan wi-fi gratis).
Seharian internetan berdua, dengan laptop kami masing2. Kalian pasti bertanya dimana letak keromantisannya kan? Kalau itu pertanyaannya, saia juga bingung menjawabnya. Tapi scr abstrak dan sulit dijelaskan, ini tetap terasa romantis bagiku, setiap detik bersamanya, di tempat manapun, sedang beraktivitas apapun, selalu ada chermistry romantisme yg terasa, seperti hari itu. Sore itu panggung di depan kami menampilkan pagelaran live music dari band yg kelihatannya amatiran. Tapi yah...ini lebih mendingan daripada penyanyi2 karaoke amatir di BS yg menggelegarkan suara sumbangnya ke seantero ruangan foodcourt, berharap keajaiban terjadi dan ada pencari bakat khilaf yg berkenan mengajak mereka ke dapur rekaman. Back to topic, band tersebut menampilkan vokalis wanita yg bahkan tidak sempat kulihat wajahnya saking keasyikannya memperhatikan monitor laptopku. Dan suatu ketika, suara wanita penyanyi amatiran itu akhirnya berhasil juga menarik perhatianku setelah sekian lama kuabaikan, saat ia menyebutkan judul lagu yg akan ia nyanyikan, Hujan dari Utopia. OMG, itu lagu kesukaanku yg mengandung kenanganku dengan pangeranku sblm jadian, yah setidaknya menurutku sendiri. Pernahkah kalian kuceritakan kenanganku yg paling romantis bersama pangeranku sebelum jadian? Belum? Kalau begitu kalian harus kubagi karena cerita ini sangat sayang untuk kulewatkan...
Ini tentang hujan, jas hujan kuning, dan perjalanan kami berdua...
Well, sebenarnya nggak benar2 berdua aja.
Aku beserta pasukan teman2 sekelasku menjenguk ibu dari salah satu teman sekelasku yg sakit parah sbg bentuk solidaritas. Kuajak ia (yg saat itu msh berstatus sbg seniorku) bersamaku, sekaligus sebagai penunjuk jalan. Ia yg saat itu sedang gencar2nya melakukan pendekatan padaku sadar untuk tdk menyia2kan momen itu, ia memboncengku sepanjang hari, dan kutahu itu merupakan kebahagiaan tersendiri untuknya. Kami pun bersama2 mendatangi sebuah rumah sakit besar di kawasan Jakarta. Sepulangnya dari sana, cuaca mendadak garang, hujan turun begitu deras. Kami, rombongan mahasiswa bermotor dengan intelejensia tinggi kami, hanya bisa mengemukakan 1 inisiatif cerdas, segera berteduh. Karena jakarta begitu macet dan tidak ada ruko atau atap apapun di sekitar kami, kami memutuskan menghentikan saja laju perjalanan kami di sepotong trotoar disebelah pagar yg ditudungi ranting2 pohon. Dan kami mulai menudungi diri kami dengan jas hujan masing2. Teman2ku bergerombol dalam 2 jas hujan, mereka asyik bercengkrama. Dan aku disini, terasing berdua dengan pangeranku dibawah satu jas hujan kuning ngejreng, hanya berdua di paling pojok. Sudah bisa membayangkan chermistrynya? Kira2 keadaannya tidak jauh berbeda dengan adegan film2 jaman baheula dimana sang pemeran wanita dan pemeran pria terjebak hujan berdua dibawah tudungan daun pisang, tapi ini versi real dan modernnya, tanpa skenario buatan manusia. Disini, skenario Tuhanlah yg berbicara.
Ternyata jas hujan itu tidak cukup banyak menolong, kami tetap saja kebasahan. Perlahan2 air hujan semakin gencar menyerang dari setiap sisi dan celah dari kontur jas hujan tersebut. Dan kulihat ia, pangeranku, dengan gigih berusaha keras melindungiku dari tetes hujan yg bahkan tidak akan menyakitiku, ia bahkan meminjamkan jaketnya padaku. Ia tidak peduli pada dirinya sendiri yg kebasahan, masih terus saja sibuk menutupi setiap celah yg berpotensi mengancam keselamatan jiwaku, ups, maksudnya berpotensi membuatku basah. Kulihat usahanya dan aku terharu. Sejenak aku merenung, tidak pernah ada seorang cowok di luar keluargaku yg berusaha sekeras itu untuk melindungiku, seolah aku sesuatu yg begitu berharga. Dan disitu aku tahu, ia bisa menghargaiku dengan pantas. Dan kedekatan ini...chermistry yg kudapatkan saat berdua dengannya ini, dlm jarak yg sangat dekat ini...membuatku semakin yakin...bahwa aku bisa membuka hati untuknya, bahwa ia pantas mendampingiku. Dan dititik itu aku merasa sangat dicintai dan dihargai.
Bukan, bukan karena kalimat manisnya saat itu. "Sikhod bisa nggak hitung tetesan hujan itu? Sebanyak itu perasaan sayang senpai ke Sikhod!" Walau yeah, kutau itu bualan manis saja. Toh tetesan hujan itu masih akan berakhir pada batasnya, tapi nyatanya rasa cintanya padaku tidak pernah berakhir hingga kini.
Dan ia meminta aku mengeluarkan rotiku. Yah, sebelumnya aku sempat membelikannya sebuah roti sobek karena khawatir dgn perutnya yg blm terisi. Itulah bentuk perhatian pertamaku, sebuah roti sobek cokelat keju yg mengilhami penamaan blog ini, center dan titik balik dr semua cerita cinta kami. Ia memakannya lagi disana, dan tak lupa menawarkannya untuk teman2ku yg lain (walau mungkin dengan berat hati).
Disanalah aku yakin ia bisa mencintai dan menghargaiku dengan sepantasnya, dan ia pantas untuk menjadi pendampingku. Aku kagum dengan sikap gentlenya pada wanita, tapi tidak semua wanita seberuntung diriku.
Dan disinilah aku sekarang, bersamanya, bercanda tengil walau dengan laptop masing2. Ini tetap merupakan sebuah romantisme tersendiri bagiku, karena saat yg paling membahagiakan bagiku adalah saat aku bersama pangeranku itu, tak perduli dimanapun dan kesulitan apapun yg kami hadapi. Jadi jika kau ingin menghadiahkanku sebuah momen terindah, atau mengindahkan sebuah momenku untukku, caranya sangat mudah, hadirkanlah ia disisiku. Itulah saat2 yg membuat momen dihidupku menjadi semakin indah, karena dirinya adalah keindahan.
Baik, cerita tentang momen yg kedua sebaiknya dituliskan di lain tulisan saja. Karena saia khawatir mata anda2 semua terkena juling mendadak krn begitu banyak tulisan di halaman ini. Sekian kesaksian nyata kisah cinta kami berdua, salam unyuuu!
Eh salah...wassalam!
Sepertinya belum, mari kita mulai.
BCP, 17 Januari 2011
Kami janjian untuk melakukan 1 ritual pacaran aneh, ngenet bersama. Bukan hanya dengan 1 monitor dr seperangkat laptop/komputer sewaan, mojok berdua di warnet, cekikikan mesra sambil nunjuk2 kursor gak jelas, atau bahkan melakukan adegan mesum, tidak2, tentu bukan! Kami membawa 2 laptop, laptop kami sendiri2, lalu mencari tempat hotspot gratisan yang paling cozy. Dan tempat yg beruntung untuk kami singgahi itu adalah Bekasi Cyber Park.
Kami sudah menjajah mall ini puluhan kali, dan kami hapal tempat yg nyaman untuk kami duduki seharian ini, area luar foodcourt. Tempat yg sudah menjadi saksi banyak kenangan kami baik sebelum ataupun sesudah jadian, berlatarkan pemandangan indah jalanan besar bekasi barat, kemacetan, dan polisi2 dengan rompi ijo ngejrengnya, tempat yg saat matahari tenggelam mendadak menebarkan aura romantis dari susunan lampu2 kecil mirip kilauan hujan yg menggantung diatapnya. Sebelum itu, kami mengunjungi Mc Donalds terlebih dahulu untuk membeli ice cream favorit pangeranku (Ice cream boy, yeah! As sweet as him...). Lalu ice cream itulah yg menjadi pengganjal perut kami sembari mengotak atik laptop kami masing2. Well, beginilah yg terjadi jika 2 org di bidang IT (yg nggak modal) saling jatuh cinta dan pacaran, tetap nggak bisa jauh dr laptop (dan wi-fi gratis).
Seharian internetan berdua, dengan laptop kami masing2. Kalian pasti bertanya dimana letak keromantisannya kan? Kalau itu pertanyaannya, saia juga bingung menjawabnya. Tapi scr abstrak dan sulit dijelaskan, ini tetap terasa romantis bagiku, setiap detik bersamanya, di tempat manapun, sedang beraktivitas apapun, selalu ada chermistry romantisme yg terasa, seperti hari itu. Sore itu panggung di depan kami menampilkan pagelaran live music dari band yg kelihatannya amatiran. Tapi yah...ini lebih mendingan daripada penyanyi2 karaoke amatir di BS yg menggelegarkan suara sumbangnya ke seantero ruangan foodcourt, berharap keajaiban terjadi dan ada pencari bakat khilaf yg berkenan mengajak mereka ke dapur rekaman. Back to topic, band tersebut menampilkan vokalis wanita yg bahkan tidak sempat kulihat wajahnya saking keasyikannya memperhatikan monitor laptopku. Dan suatu ketika, suara wanita penyanyi amatiran itu akhirnya berhasil juga menarik perhatianku setelah sekian lama kuabaikan, saat ia menyebutkan judul lagu yg akan ia nyanyikan, Hujan dari Utopia. OMG, itu lagu kesukaanku yg mengandung kenanganku dengan pangeranku sblm jadian, yah setidaknya menurutku sendiri. Pernahkah kalian kuceritakan kenanganku yg paling romantis bersama pangeranku sebelum jadian? Belum? Kalau begitu kalian harus kubagi karena cerita ini sangat sayang untuk kulewatkan...
Ini tentang hujan, jas hujan kuning, dan perjalanan kami berdua...
Well, sebenarnya nggak benar2 berdua aja.
Aku beserta pasukan teman2 sekelasku menjenguk ibu dari salah satu teman sekelasku yg sakit parah sbg bentuk solidaritas. Kuajak ia (yg saat itu msh berstatus sbg seniorku) bersamaku, sekaligus sebagai penunjuk jalan. Ia yg saat itu sedang gencar2nya melakukan pendekatan padaku sadar untuk tdk menyia2kan momen itu, ia memboncengku sepanjang hari, dan kutahu itu merupakan kebahagiaan tersendiri untuknya. Kami pun bersama2 mendatangi sebuah rumah sakit besar di kawasan Jakarta. Sepulangnya dari sana, cuaca mendadak garang, hujan turun begitu deras. Kami, rombongan mahasiswa bermotor dengan intelejensia tinggi kami, hanya bisa mengemukakan 1 inisiatif cerdas, segera berteduh. Karena jakarta begitu macet dan tidak ada ruko atau atap apapun di sekitar kami, kami memutuskan menghentikan saja laju perjalanan kami di sepotong trotoar disebelah pagar yg ditudungi ranting2 pohon. Dan kami mulai menudungi diri kami dengan jas hujan masing2. Teman2ku bergerombol dalam 2 jas hujan, mereka asyik bercengkrama. Dan aku disini, terasing berdua dengan pangeranku dibawah satu jas hujan kuning ngejreng, hanya berdua di paling pojok. Sudah bisa membayangkan chermistrynya? Kira2 keadaannya tidak jauh berbeda dengan adegan film2 jaman baheula dimana sang pemeran wanita dan pemeran pria terjebak hujan berdua dibawah tudungan daun pisang, tapi ini versi real dan modernnya, tanpa skenario buatan manusia. Disini, skenario Tuhanlah yg berbicara.
Ternyata jas hujan itu tidak cukup banyak menolong, kami tetap saja kebasahan. Perlahan2 air hujan semakin gencar menyerang dari setiap sisi dan celah dari kontur jas hujan tersebut. Dan kulihat ia, pangeranku, dengan gigih berusaha keras melindungiku dari tetes hujan yg bahkan tidak akan menyakitiku, ia bahkan meminjamkan jaketnya padaku. Ia tidak peduli pada dirinya sendiri yg kebasahan, masih terus saja sibuk menutupi setiap celah yg berpotensi mengancam keselamatan jiwaku, ups, maksudnya berpotensi membuatku basah. Kulihat usahanya dan aku terharu. Sejenak aku merenung, tidak pernah ada seorang cowok di luar keluargaku yg berusaha sekeras itu untuk melindungiku, seolah aku sesuatu yg begitu berharga. Dan disitu aku tahu, ia bisa menghargaiku dengan pantas. Dan kedekatan ini...chermistry yg kudapatkan saat berdua dengannya ini, dlm jarak yg sangat dekat ini...membuatku semakin yakin...bahwa aku bisa membuka hati untuknya, bahwa ia pantas mendampingiku. Dan dititik itu aku merasa sangat dicintai dan dihargai.
Bukan, bukan karena kalimat manisnya saat itu. "Sikhod bisa nggak hitung tetesan hujan itu? Sebanyak itu perasaan sayang senpai ke Sikhod!" Walau yeah, kutau itu bualan manis saja. Toh tetesan hujan itu masih akan berakhir pada batasnya, tapi nyatanya rasa cintanya padaku tidak pernah berakhir hingga kini.
Dan ia meminta aku mengeluarkan rotiku. Yah, sebelumnya aku sempat membelikannya sebuah roti sobek karena khawatir dgn perutnya yg blm terisi. Itulah bentuk perhatian pertamaku, sebuah roti sobek cokelat keju yg mengilhami penamaan blog ini, center dan titik balik dr semua cerita cinta kami. Ia memakannya lagi disana, dan tak lupa menawarkannya untuk teman2ku yg lain (walau mungkin dengan berat hati).
Disanalah aku yakin ia bisa mencintai dan menghargaiku dengan sepantasnya, dan ia pantas untuk menjadi pendampingku. Aku kagum dengan sikap gentlenya pada wanita, tapi tidak semua wanita seberuntung diriku.
Dan disinilah aku sekarang, bersamanya, bercanda tengil walau dengan laptop masing2. Ini tetap merupakan sebuah romantisme tersendiri bagiku, karena saat yg paling membahagiakan bagiku adalah saat aku bersama pangeranku itu, tak perduli dimanapun dan kesulitan apapun yg kami hadapi. Jadi jika kau ingin menghadiahkanku sebuah momen terindah, atau mengindahkan sebuah momenku untukku, caranya sangat mudah, hadirkanlah ia disisiku. Itulah saat2 yg membuat momen dihidupku menjadi semakin indah, karena dirinya adalah keindahan.
Baik, cerita tentang momen yg kedua sebaiknya dituliskan di lain tulisan saja. Karena saia khawatir mata anda2 semua terkena juling mendadak krn begitu banyak tulisan di halaman ini. Sekian kesaksian nyata kisah cinta kami berdua, salam unyuuu!
Eh salah...wassalam!
Sabtu, 15 Januari 2011
Bersenang Senang Bersama Lagi Setelah Sekian Lama
Setelah sekian lama pangeranku sakit dan gak bisa kemana2, apalagi jalan bareng seru2an.
Akhirnya tiba juga, saat ini, pada hari yg dijanjikan.
Saat kami akhirnya bisa keluar berdua untuk bersenang2, dan makan takoyaki kembali (hehehehehe!)
Maka sesuai rencana, kami datangi Bekasi Square, walau kendala di luar rencana menghadang...hujan!
Terpaksa kami menghabiskan waktu untuk berteduh dulu. Namun hebatnya nggak ada yg membosankan selama bersamanya, selalu ada obrolan seru untuk dibicarakan. Atau setidaknya dia selalu berhasil menghiburku dengan jokes2nya yg khas. Kami memang dua orang tengil, nggak pernah bisa diam dan menunggu dgn kalem, itu bukan gaya kami.
Tak terasa hujan reda, maka kami melanjutkan perjalanan ke Bekasi Square. Kami melakukan rutinitas biasa, ke toilet, beli takoyaki, duduk di foodcourt, tapi entah kenapa hari ini terasa berbeda. Hari ini aku gembira sekali, bahkan tak hentinya tersenyum dan tertawa, seperti org yg sedang riang hatinya. Mungkin karena aku begitu kangen padanya, pada keseruan kami kalau berkumpul, pada keseruan topik2 ngocol yg kami obrolkan. Tadi itu menurutku entah kenapa setiap obrolan jadi begitu berkesan. Dan walau aku akui aku sangat pegal waktu membuka mata di pagi hari, tapi seharian ini aku sama sekali tidak merasa lelah, bahkan sangat menikmati. Mungkin aku terlalu bersemangat hari ini. Pemandangan di sekitarkupun terlihat begitu cerah, padahal aku minus dan sedang tidak memakai softlens. Aku benar2 menikmati hari ini, hari yg menyenangkan. Aku bahkan tidak bisa menceritakan suatu apapun yg spesial, semua yg kami lakukan hanyalah rutinitas seperti biasa. Tapi hari ini aku bahagia.
Sepulangnya kami pergi ke pet shop yg spesialisasinya di peralatan hamster, pet shop langgananku. Aku memang berencana membeli rumah dan peralatan hamster hari ini. Aku selalu senang pergi kesana, disana banyak barang2 hamster yg menarik. Dan seperti rencana pula aku membeli rumah hamster yg paling sreg dihatiku (dan dikantong tentunya, hihihihi!), tidak lupa membeli puding dan makanannya. Setelah kami berhasil memeras si penjual dan mendapatkan harga win win solution (di sebelah pihak, hehehe!), kami pun pulang. Sayangnya di perjalanan pulang terjadi tragedi yg membuatku shock dan cukup membuat moodku down.
Angin begitu kencang ketika itu, langit sudah beranjak gelap. Udara terasa lembab tercium di hidungku. Dan saat motor kami melaju di jalan raya kalimalang, swing...atap rumah2an kecil di kandang hamsterku terlepas dan terbawa angin, jatuh ke jalan dan...hancur lebur terlindas kendaraan2 yg lalu lalang. Sehancur kerianganku karena membeli kandang hamster baru. Kami yg terlanjur berhenti di tepi jalan hanya melihat pasrah, mengenaskan. Pangeranku lalu berinisiatif menguatkanku, ia tahu aku sensitif dan gampang terbawa pikiran. Emosiku gampang terbawa, untungnya kali ini aku tidak terlalu terpengaruh, hanya kaget. Tapi memang sepanjang perjalanan aku tak berhenti menyayangkan hal itu.
Setelah sampai di depan rumahku, Cheese kembali menenangkanku lagi. Ia terlihat khawatir padaku dan menyemangatiku. Padahal bukan tragedi itu yg mengganjal di pikiranku, tapi hujan yg masih mengguyur ini. Aku khawatir dgn perjalanan pulangnya ke rumahnya yg jauh dr rumahku. Apakah ia kehujanan malam ini? Apakah ia baik2 saja? Semoga saja ia nggak kembali sakit.
Akhirnya tiba juga, saat ini, pada hari yg dijanjikan.
Saat kami akhirnya bisa keluar berdua untuk bersenang2, dan makan takoyaki kembali (hehehehehe!)
Maka sesuai rencana, kami datangi Bekasi Square, walau kendala di luar rencana menghadang...hujan!
Terpaksa kami menghabiskan waktu untuk berteduh dulu. Namun hebatnya nggak ada yg membosankan selama bersamanya, selalu ada obrolan seru untuk dibicarakan. Atau setidaknya dia selalu berhasil menghiburku dengan jokes2nya yg khas. Kami memang dua orang tengil, nggak pernah bisa diam dan menunggu dgn kalem, itu bukan gaya kami.
Tak terasa hujan reda, maka kami melanjutkan perjalanan ke Bekasi Square. Kami melakukan rutinitas biasa, ke toilet, beli takoyaki, duduk di foodcourt, tapi entah kenapa hari ini terasa berbeda. Hari ini aku gembira sekali, bahkan tak hentinya tersenyum dan tertawa, seperti org yg sedang riang hatinya. Mungkin karena aku begitu kangen padanya, pada keseruan kami kalau berkumpul, pada keseruan topik2 ngocol yg kami obrolkan. Tadi itu menurutku entah kenapa setiap obrolan jadi begitu berkesan. Dan walau aku akui aku sangat pegal waktu membuka mata di pagi hari, tapi seharian ini aku sama sekali tidak merasa lelah, bahkan sangat menikmati. Mungkin aku terlalu bersemangat hari ini. Pemandangan di sekitarkupun terlihat begitu cerah, padahal aku minus dan sedang tidak memakai softlens. Aku benar2 menikmati hari ini, hari yg menyenangkan. Aku bahkan tidak bisa menceritakan suatu apapun yg spesial, semua yg kami lakukan hanyalah rutinitas seperti biasa. Tapi hari ini aku bahagia.
Sepulangnya kami pergi ke pet shop yg spesialisasinya di peralatan hamster, pet shop langgananku. Aku memang berencana membeli rumah dan peralatan hamster hari ini. Aku selalu senang pergi kesana, disana banyak barang2 hamster yg menarik. Dan seperti rencana pula aku membeli rumah hamster yg paling sreg dihatiku (dan dikantong tentunya, hihihihi!), tidak lupa membeli puding dan makanannya. Setelah kami berhasil memeras si penjual dan mendapatkan harga win win solution (di sebelah pihak, hehehe!), kami pun pulang. Sayangnya di perjalanan pulang terjadi tragedi yg membuatku shock dan cukup membuat moodku down.
Angin begitu kencang ketika itu, langit sudah beranjak gelap. Udara terasa lembab tercium di hidungku. Dan saat motor kami melaju di jalan raya kalimalang, swing...atap rumah2an kecil di kandang hamsterku terlepas dan terbawa angin, jatuh ke jalan dan...hancur lebur terlindas kendaraan2 yg lalu lalang. Sehancur kerianganku karena membeli kandang hamster baru. Kami yg terlanjur berhenti di tepi jalan hanya melihat pasrah, mengenaskan. Pangeranku lalu berinisiatif menguatkanku, ia tahu aku sensitif dan gampang terbawa pikiran. Emosiku gampang terbawa, untungnya kali ini aku tidak terlalu terpengaruh, hanya kaget. Tapi memang sepanjang perjalanan aku tak berhenti menyayangkan hal itu.
Setelah sampai di depan rumahku, Cheese kembali menenangkanku lagi. Ia terlihat khawatir padaku dan menyemangatiku. Padahal bukan tragedi itu yg mengganjal di pikiranku, tapi hujan yg masih mengguyur ini. Aku khawatir dgn perjalanan pulangnya ke rumahnya yg jauh dr rumahku. Apakah ia kehujanan malam ini? Apakah ia baik2 saja? Semoga saja ia nggak kembali sakit.
Rabu, 12 Januari 2011
Hari Pertama Setelah Kesembuhannya
Sudah beberapa hari ini pangeranku sakit, dan hari inilah akhirnya kami bertemu melepas kerinduan setelah ia pulih dr sakitnya.
Aku perintahkan agar ia menunggu di restoran franchise sebelah kampusku, kupilih tempat yang nyaman dan sejuk untuknya menungguku selesai sementara nanti aku yang mendatanginya. Itu bertujuan agar menghemat staminanya, berhubung kesehatannya baru saja pulih. Aku begitu bersemangat dari awal hari, teringat janji bertemu dengannya. Biarlah kurelakan otak ini penat dengan pelajaran UAS, toh setelah itu ada sesuatu yg memotivasiku, pangeranku.
Maka seselesainya aku UAS, aku cepat2 mendatanginya yg sudah cukup lama menunggu. Wajah manisnya terlihat begitu cerah hari ini, entah efek lama tidak bertemu atau memang ia tambah keren. Kami lalu memutuskan untuk pindah ke lantai 2, tempat lesehan yg pasti lbh nyaman untuk makan. Disana kami bertemu teman kami di meja berbeda. Maka setelah bertegur sapa, kami dan teman kami pun sibuk dengan kesibukan masing2.
Aku sungguh senang. Di meja itu kami membicarakan hal2 yg terlampau jauh namun terdengar menyenangkan, pernikahan. Aku selalu senang jika membicarakan hal itu bersama pangeranku, seperti terbang melambung rasanya. Maka setelah itu kemungkinannya hanya dua, jatuh terpelanting atau justru terbang makin tinggi menggapai impian itu. Ia juga bercerita tentang posisinya di keluarganya, juga tentang kebiasaan keluarganya. Aku pernah baca dlm suatu novel, katanya bila seorang cowok mulai berani menceritakan kehidupannya dan keluarganya, berarti cowok itu berniat serius. Pokoknya aku senang dengan obrolan hari ini, terasa padat.
Begitu selesai, teman kami tadi mengajak kami ikut ke rumah seorang kenalan kami yg kebetulan dekat dengan rumahku. Tentu saja kami setujui tawaran itu, lumayan untuk mengisi acara kami.
Kenalan yg ingin kukunjungi ini seorang senior di kampusku, ia sudah menikah dan baru melahirkan bayi perempuan mungil yg lucu. Melihat kebahagiaan keluarga kecilnya yg menyenangkan itu kadang membuatku iri, membuatku ingin segera menyusulnya, membuatku membayangkan kebahagiaan masa depanku bersama pendampingku nantinya (Akankah dia? Semoga saja).
Kenyataan ini cukup menyadarkan pikiranku yg selama ini terdokrin bahwa menikah masih bayangan semu untukku yg terasa masih akan lama lagi waktunya. Siklus hidup yg kutahu selama ini adalah sekolah-kuliah-kerja-baru menikah, sepengetahuanku masih panjang perjalananku. Namun pernikahan seniorku yg umurnya tidak jauh berbeda denganku ini menyadarkanku bahwa ternyata menikah bisa secepat itu, bahkan bisa kapanpun kita mau, asal ada persiapan. Kini menikah dan punya anak menjadi bayangan yg nyata di kepalaku, tidak seburam sebelumnya. Bukan berarti aku berorientasi pada pernikahan, aku masih harus bertanggung jawab kpd keluargaku dengan kuliah yg baik dan cari kerja yg bagus. Tapi tak ayal bayangan pernikahan indah dan keluarga bahagia sering menggodaku.
Setelah asyik bertamu di rumah keluarga muda itu, bermain bersama bayinya yg "kebo" kalau tidur. Aku mencetuskan ide yg mungkin mengejutkan, makan sushi. Melihat tayangan di TV aku jd ingin ikut makan sushi, maka kubujuk pangeranku untuk menuruti kemauanku. Aku bahkan sampai lupa bahwa ia baru pulih dari sakitnya.
Dan kuajaklah ia ke restoran sushi favoritku. Cowokku mungkin tidak terbiasa dengan menu2 yg tidak awam itu, untungnya tidak kesemuanya seafood karena ia tidak menyukai seafood. Ia memutuskan memesan chicken onigiri (semoga saja ia nggak sakit lagi krn makanan ini), sementara aku memesan sushi favoritku. Disana kami berbincang banyak hal, entah kenapa perbincangan hari ini bagiku terasa berbobot. Dan aku puas bisa mengundur waktu untuk berlama2 dengan pangeranku yg kurindukan ini.
Aku perintahkan agar ia menunggu di restoran franchise sebelah kampusku, kupilih tempat yang nyaman dan sejuk untuknya menungguku selesai sementara nanti aku yang mendatanginya. Itu bertujuan agar menghemat staminanya, berhubung kesehatannya baru saja pulih. Aku begitu bersemangat dari awal hari, teringat janji bertemu dengannya. Biarlah kurelakan otak ini penat dengan pelajaran UAS, toh setelah itu ada sesuatu yg memotivasiku, pangeranku.
Maka seselesainya aku UAS, aku cepat2 mendatanginya yg sudah cukup lama menunggu. Wajah manisnya terlihat begitu cerah hari ini, entah efek lama tidak bertemu atau memang ia tambah keren. Kami lalu memutuskan untuk pindah ke lantai 2, tempat lesehan yg pasti lbh nyaman untuk makan. Disana kami bertemu teman kami di meja berbeda. Maka setelah bertegur sapa, kami dan teman kami pun sibuk dengan kesibukan masing2.
Aku sungguh senang. Di meja itu kami membicarakan hal2 yg terlampau jauh namun terdengar menyenangkan, pernikahan. Aku selalu senang jika membicarakan hal itu bersama pangeranku, seperti terbang melambung rasanya. Maka setelah itu kemungkinannya hanya dua, jatuh terpelanting atau justru terbang makin tinggi menggapai impian itu. Ia juga bercerita tentang posisinya di keluarganya, juga tentang kebiasaan keluarganya. Aku pernah baca dlm suatu novel, katanya bila seorang cowok mulai berani menceritakan kehidupannya dan keluarganya, berarti cowok itu berniat serius. Pokoknya aku senang dengan obrolan hari ini, terasa padat.
Begitu selesai, teman kami tadi mengajak kami ikut ke rumah seorang kenalan kami yg kebetulan dekat dengan rumahku. Tentu saja kami setujui tawaran itu, lumayan untuk mengisi acara kami.
Kenalan yg ingin kukunjungi ini seorang senior di kampusku, ia sudah menikah dan baru melahirkan bayi perempuan mungil yg lucu. Melihat kebahagiaan keluarga kecilnya yg menyenangkan itu kadang membuatku iri, membuatku ingin segera menyusulnya, membuatku membayangkan kebahagiaan masa depanku bersama pendampingku nantinya (Akankah dia? Semoga saja).
Kenyataan ini cukup menyadarkan pikiranku yg selama ini terdokrin bahwa menikah masih bayangan semu untukku yg terasa masih akan lama lagi waktunya. Siklus hidup yg kutahu selama ini adalah sekolah-kuliah-kerja-baru menikah, sepengetahuanku masih panjang perjalananku. Namun pernikahan seniorku yg umurnya tidak jauh berbeda denganku ini menyadarkanku bahwa ternyata menikah bisa secepat itu, bahkan bisa kapanpun kita mau, asal ada persiapan. Kini menikah dan punya anak menjadi bayangan yg nyata di kepalaku, tidak seburam sebelumnya. Bukan berarti aku berorientasi pada pernikahan, aku masih harus bertanggung jawab kpd keluargaku dengan kuliah yg baik dan cari kerja yg bagus. Tapi tak ayal bayangan pernikahan indah dan keluarga bahagia sering menggodaku.
Setelah asyik bertamu di rumah keluarga muda itu, bermain bersama bayinya yg "kebo" kalau tidur. Aku mencetuskan ide yg mungkin mengejutkan, makan sushi. Melihat tayangan di TV aku jd ingin ikut makan sushi, maka kubujuk pangeranku untuk menuruti kemauanku. Aku bahkan sampai lupa bahwa ia baru pulih dari sakitnya.
Dan kuajaklah ia ke restoran sushi favoritku. Cowokku mungkin tidak terbiasa dengan menu2 yg tidak awam itu, untungnya tidak kesemuanya seafood karena ia tidak menyukai seafood. Ia memutuskan memesan chicken onigiri (semoga saja ia nggak sakit lagi krn makanan ini), sementara aku memesan sushi favoritku. Disana kami berbincang banyak hal, entah kenapa perbincangan hari ini bagiku terasa berbobot. Dan aku puas bisa mengundur waktu untuk berlama2 dengan pangeranku yg kurindukan ini.
Kamis, 06 Januari 2011
Hari Kemarin dan Hari Ini
Kemarin
Kami memutuskan untuk keliling Mega Bekasi Hypermart. Kami tau ini kputusan nekat, krn kami blm mnemukan tmpt yg asyik untk nongkrong dn istirahat di mall ini. Namun brbekal uang pas-pasan dn tekad yg kuat (duilee), kami beranikan diri untk mncoba.
Kbetulan ada rasa pnasaran yg mnggelitikku dr suatu tmpt di mall ini, tepatnya stand takoyaki yg pernah kusinggahi brsama sahabatku. Aku ingin mencobanya lg bersama cowokku, toh harganya terbilang cukup murah. Selain itu aku sekalian ingin melihat2 pakaian, tepatnya sih mencari dress panjang atau rok yg bagus, karena akhir2 ini aku sedang ingin berpenampilan feminin.
Entah kenapa jalan2 kali ini tidak seasyik biasanya. Mungkin karena didominansi rasa bingung dan lelah, disebabkan oleh ketidak biasaan dan tidak adanya tempat istirahat yang memadai disini.
Awalnya kami memutuskan untuk ke bioskop di paling atas, kami bermaksud mencari jalan ke atap mall tsbt, karena itulah hobi kami, mencari tempat asyik yg tidak bnyk org tau. Sayang, selain akses kesana yg ternyata sulit, masih diadakan pembangunan di sekitar atap itu. Kami sempat kesana hingga akhirnya seorang security memperingatkan kami untk turun. Akhirnya perjuangan kami yg sangat menguras energi itu sia2. Atapnya bukan tempat yg bagus untk direkomendasikan.
Lalu kami turun, dan aku menunaikan niatku untuk mencoba takoyaki yg memang tidak jauh dr sana. Tidak lupa kuajak cowokku ikut makan. Kebetulan ia tidak suka seafood, dan karena isi takoyakinya campur, jadi ini sekaligus tantangan baginya, akankah dapat isi seafood atau ayam/beef. Lucu sekali mengadakan tantangan seperti ini.
Aku ingat ada yg mau kubeli di Giant hypermart-nya. Akupun mengajak cowokku kesana. Hypermart dan semacamnya mungkin tempat biasa bagi orang2 awam, tapi tidak bagi kami. Bagi kami, pasangan tengil ini, hypermart adalah tempat main yg mengasyikkan, dimana ada area luas penuh dgn benda2 menarik dan kadang unik, lumayan untuk mencuci mata. Walaupun kami hanya mmbeli 2 item, tp kami mnghabiskan waktu cukup lama disana, bermain2 dengan semua barang2 yg dipajang atau sekedar melihat2. Kami adalah pasangan dengan rasa penasaran yg terlampau tinggi, jadilah kami begitu antusias melihat2 barang2 yg begitu banyak dipajang. Merasa terlalu lama, kami akhirnya keluar hanya dengan membeli 2 item kecil.
Cowokku berniat membeli ice cream Mc Donald favoritnya. Menurut kami memang mutu Ice cream paling baik diantara restoran waralaba smacamnya. Tapi sayang, sdh jauh2 turun lantai, ketika sampai ke stand yg dituju, es krimnya trnyata belum siap krn cair. Aku mulai mrasakan firasat buruk, sprtinya hari ini tidak akan menyenangkan.
Berniat mengusir bosan, aku mengajaknya untuk melihat2 pakaian di sekitar sana. Mega Bekasi memang tempat yg tepat untuk shopping karena begitu banyak stand penjual pakaian dengan harga bisa dinego. Cukup lama waktu kami habiskan untuk kegiatan satu ini. Asyik, namun melelahkan, toh tidak ada hasil juga krn keterbatasan uangku.
Kami bingung saat mencari makanan, budget yg tipis menuntut kami untuk kreatif mencari solusi makanan yg murah dan enak, sedangkan kakiku yg terlampau lelah menuntut untuk segera mencari kursi. Namun sekali lagi, karena ketidak tahuan lokasi, kami memutuskan makan di foodcourt yg kami lewati. Sayangnya disana kami kecewa, karena harga makanannya terbilang mahal tapi kualitasnya mengecewakan.
Nasib sial masih membuntuti kami ketika kami pulang, bahkan ini yg paling parah. Saat kembali ke parkiran motor, kulihat motor cowokku berubah posisi menjadi agak miring. Itu menguatkan firasat burukku. Cowokku masih santai2 sj hingga akhirnya diketahui tiket parkir dlm box motor (yg sblmnya biasanya aman2 sj disana, nggak mungkin jatuh apalagi trtiup angin) hilang scr misterius, klo mau didramatisir bs disebut hilang scr ghoib. Kami bingung, uangku sdh hampir habis dan aku takut tdk sanggup mmbayar denda. Untunglah pangeranku menenangkanku, ia yakin kita pasti bisa menghadapi ini dn keluar (duilee). Tapi aku tetap tdk terima akan fenomena itu, sisi mistisku membisikkan bahwa ada yg ganjil disini, kemungkinan ada "something" yg menjahili kami. Tapi sisi logisku menolak analisa itu, ia justru mlh khawatir ada yg sukses membobol motor ini dan sempat memakainya (berhubung posisinya berubah), tapi kenapa juga motor ini masih ada disini?!?
Kami akhirnya sukses melewati pintu keluar tiket dgn sdikit pengurusan yg merepotkan. Aku tetap tidak trima krn merasa dizhalimi, ini tanggung jawab penjaga parkir harusnya. Masa brg yg ada dlm motor bs hilang?!? Tapi akhirnya kami membayar denda juga, trnyata tdk sebesar perkiraanku, tapi tetap uangku ludes.
Sepanjang perjalanan aku cemberut...tidak ikhlas dgn fenomena ini. Cowokku entah kenapa setuju dgn pendapat mistisku, bahwa kami dijahili "sesuatu". Dia terus saja menyuruhku mengecek tasku dgn teliti, mungkin saja tiba2 berpindah scr ajaib (Padahal jelas2 aku tdk memegang tiket itu, apalagi memasukkannya ke tasku).
Hari ini
Sekarang, hari ini, aku kuliah sejak pagi. Aku gembira sejak pagi karena telah janjian bertemu dgn pangeranku di kampus (tepatnya aku yg memaksakan). Aku tidak sabar menanti datangnya pangeranku yg sbnrnya kupaksakan dtg krn urusanku dgn tman skelasku yg membutuhkan dia. Mungkin aku terdengar egois, akupun takut bgitu, tp aku tdk menyangka efeknya akan seburuk ini.
Istirahat dipercepat krn jadwal kuliah mnjadi berantakan, ada mata kuliah yg dimajukan. Jadi aku mengikuti temanku yg punya urusan dgnku untuk makan bersama agar lbh mudah brkomunikasi. Aku sempat memburu2kan cowokku untk dtg krn jadwal kuliah yg tdk tertebak ini. Ketika makan kuberitahukan letak keberadaanku pd pangeranku. Ternyata ia tdk tau patokan yg kusebutkan, gawatnya ia sudah memesan minuman di tmpat makan lain yg berlawanan arah cukup jauh dr tmpat kami. Tadinya aku menyuruhnya untuk menghampiriku (brdasarkan permintaan temanku) walau sbnrnya aku mrasa tdk enak. Ia pasti lelah berjalan kaki sejauh itu. Tapi akhirnya kami sepakat untk bertemu d dpan kelas selanjutnya.
Kemudian kami ke kls selanjutnya. Trnyata blm ada dosen dsana, stlh menunggu sbntar, aku khawatir dgn keberadaan cowokku. Untungnya ketika keluar kelas aku lngsng melihatnya, ia sudah duduk di kursi dkt dgn kelasku.
Ketika kuhampiri sontak aku kaget, keadaannya bgitu mengkhawatirkan. Ia sakit, ia terlihat benar2 sakit, tpi ia memaksakan datang dr rumahnya yg jauh ke kampusku ini hanya untk menuruti permintaanku. Aku merasa sangat bersalah dan sangat menyesal. Apalagi cowokku itu orangnya sok kuat, selalu memaksakan diri, ia tidak mengetahui limit ketahanan tubuhnya sndiri, dan bahkan tdk peduli. Maka hari ini aku disibukkan dgn kegiatan merawatnya. Aku membelikan semua yg ia perlukan dan ia minta, roti, obat, pulsa, tanpa peduli lelah yg telah menjalariku. Ini bukan apa2, perjuangannya pasti lbh berat. Dengan demam, batuk, dan badan yg lemas sprti itu, berjalan kaki dr tmpat makan yg kutahu agak jauh dr gerbang kampus, bahkan bela2in naik motor jauh2 dr rumahnya siang2 terik, pasti sangat berat baginya. Aku jdi berempati, aku paham betul ketidak nyamanannya, aku bs membayangkannya. Aku benar2 merasa bersalah, dan semoga pengorbananku membelikan semua keperluannya sendirian td dpt membayar rasa bersalahku. Aku benar2 berharap dia cpt sembuh. Bahkan aku yg biasanya solatnya ekspress, siang tadi memutuskan berlama2 di mushala untuk mendoakannya agar cepat smbuh. Bagaimanapun ini kesalahanku, harusnya aku tak perlu memaksakannya dtng seperti itu, urusanku ini tdk sepenting kesehatannya, bahkan bs ditunda. Bahkan ia tdk mau memberitahuku sblmnya kalau hari itu ia sakit, kalau sj aku tau, aku pasti melarangnya datang, dan itu pula alasannya.
Cheese, pangeranku yg baik hati dan tdk sombong, cpet sembuh yah! Biar kita bisa ngumpul dan main2 bareng lagi. Lain kali kalo sakit tolong ngabarin jujur, kasih tau ke aku. Biarin aku cemas setengah mati, dan maafin kalo aku cerewet ngatur kamu, this is coz i love you my prince! Te amo! Aishiteru, Mecha2 suki! JeT'aime! Wo ai ni!
Kamu terlalu takut aku cemas, biar aja sih aku cemas, yg pnting aku tau kejujurannya dr kamu. Toh rasa cemas gak akan mmbunuh org. Drpd aku santai2 aja tapi trnyata tnpa aku tau kamu kenapa2, aku mlh ngerasa bersalah bgt kalo begitu.
Kalo kamu mengakui aku sbagai pasangan, pendamping kamu dlm suka dan duka, tolong percayakan aku untuk membagi dukamu, jgn hanya sukamu. Krn kalo gitu kesannya aku hny sbagai pendamping di saat suka, saat senang aja. Krn kalo kmu memperlakukan aku bgitu, brarti kamu meminta untuk aku prlakukan sprti itu jg. Aku prnah membagi sakitku sma kamu dan kamu brsedia, jd apa salahnya kamu mmbagi ksulitanmu untuk kita tenteng brsama2?
Kami memutuskan untuk keliling Mega Bekasi Hypermart. Kami tau ini kputusan nekat, krn kami blm mnemukan tmpt yg asyik untk nongkrong dn istirahat di mall ini. Namun brbekal uang pas-pasan dn tekad yg kuat (duilee), kami beranikan diri untk mncoba.
Kbetulan ada rasa pnasaran yg mnggelitikku dr suatu tmpt di mall ini, tepatnya stand takoyaki yg pernah kusinggahi brsama sahabatku. Aku ingin mencobanya lg bersama cowokku, toh harganya terbilang cukup murah. Selain itu aku sekalian ingin melihat2 pakaian, tepatnya sih mencari dress panjang atau rok yg bagus, karena akhir2 ini aku sedang ingin berpenampilan feminin.
Entah kenapa jalan2 kali ini tidak seasyik biasanya. Mungkin karena didominansi rasa bingung dan lelah, disebabkan oleh ketidak biasaan dan tidak adanya tempat istirahat yang memadai disini.
Awalnya kami memutuskan untuk ke bioskop di paling atas, kami bermaksud mencari jalan ke atap mall tsbt, karena itulah hobi kami, mencari tempat asyik yg tidak bnyk org tau. Sayang, selain akses kesana yg ternyata sulit, masih diadakan pembangunan di sekitar atap itu. Kami sempat kesana hingga akhirnya seorang security memperingatkan kami untk turun. Akhirnya perjuangan kami yg sangat menguras energi itu sia2. Atapnya bukan tempat yg bagus untk direkomendasikan.
Lalu kami turun, dan aku menunaikan niatku untuk mencoba takoyaki yg memang tidak jauh dr sana. Tidak lupa kuajak cowokku ikut makan. Kebetulan ia tidak suka seafood, dan karena isi takoyakinya campur, jadi ini sekaligus tantangan baginya, akankah dapat isi seafood atau ayam/beef. Lucu sekali mengadakan tantangan seperti ini.
Aku ingat ada yg mau kubeli di Giant hypermart-nya. Akupun mengajak cowokku kesana. Hypermart dan semacamnya mungkin tempat biasa bagi orang2 awam, tapi tidak bagi kami. Bagi kami, pasangan tengil ini, hypermart adalah tempat main yg mengasyikkan, dimana ada area luas penuh dgn benda2 menarik dan kadang unik, lumayan untuk mencuci mata. Walaupun kami hanya mmbeli 2 item, tp kami mnghabiskan waktu cukup lama disana, bermain2 dengan semua barang2 yg dipajang atau sekedar melihat2. Kami adalah pasangan dengan rasa penasaran yg terlampau tinggi, jadilah kami begitu antusias melihat2 barang2 yg begitu banyak dipajang. Merasa terlalu lama, kami akhirnya keluar hanya dengan membeli 2 item kecil.
Cowokku berniat membeli ice cream Mc Donald favoritnya. Menurut kami memang mutu Ice cream paling baik diantara restoran waralaba smacamnya. Tapi sayang, sdh jauh2 turun lantai, ketika sampai ke stand yg dituju, es krimnya trnyata belum siap krn cair. Aku mulai mrasakan firasat buruk, sprtinya hari ini tidak akan menyenangkan.
Berniat mengusir bosan, aku mengajaknya untuk melihat2 pakaian di sekitar sana. Mega Bekasi memang tempat yg tepat untuk shopping karena begitu banyak stand penjual pakaian dengan harga bisa dinego. Cukup lama waktu kami habiskan untuk kegiatan satu ini. Asyik, namun melelahkan, toh tidak ada hasil juga krn keterbatasan uangku.
Kami bingung saat mencari makanan, budget yg tipis menuntut kami untuk kreatif mencari solusi makanan yg murah dan enak, sedangkan kakiku yg terlampau lelah menuntut untuk segera mencari kursi. Namun sekali lagi, karena ketidak tahuan lokasi, kami memutuskan makan di foodcourt yg kami lewati. Sayangnya disana kami kecewa, karena harga makanannya terbilang mahal tapi kualitasnya mengecewakan.
Nasib sial masih membuntuti kami ketika kami pulang, bahkan ini yg paling parah. Saat kembali ke parkiran motor, kulihat motor cowokku berubah posisi menjadi agak miring. Itu menguatkan firasat burukku. Cowokku masih santai2 sj hingga akhirnya diketahui tiket parkir dlm box motor (yg sblmnya biasanya aman2 sj disana, nggak mungkin jatuh apalagi trtiup angin) hilang scr misterius, klo mau didramatisir bs disebut hilang scr ghoib. Kami bingung, uangku sdh hampir habis dan aku takut tdk sanggup mmbayar denda. Untunglah pangeranku menenangkanku, ia yakin kita pasti bisa menghadapi ini dn keluar (duilee). Tapi aku tetap tdk terima akan fenomena itu, sisi mistisku membisikkan bahwa ada yg ganjil disini, kemungkinan ada "something" yg menjahili kami. Tapi sisi logisku menolak analisa itu, ia justru mlh khawatir ada yg sukses membobol motor ini dan sempat memakainya (berhubung posisinya berubah), tapi kenapa juga motor ini masih ada disini?!?
Kami akhirnya sukses melewati pintu keluar tiket dgn sdikit pengurusan yg merepotkan. Aku tetap tidak trima krn merasa dizhalimi, ini tanggung jawab penjaga parkir harusnya. Masa brg yg ada dlm motor bs hilang?!? Tapi akhirnya kami membayar denda juga, trnyata tdk sebesar perkiraanku, tapi tetap uangku ludes.
Sepanjang perjalanan aku cemberut...tidak ikhlas dgn fenomena ini. Cowokku entah kenapa setuju dgn pendapat mistisku, bahwa kami dijahili "sesuatu". Dia terus saja menyuruhku mengecek tasku dgn teliti, mungkin saja tiba2 berpindah scr ajaib (Padahal jelas2 aku tdk memegang tiket itu, apalagi memasukkannya ke tasku).
Hari ini
Sekarang, hari ini, aku kuliah sejak pagi. Aku gembira sejak pagi karena telah janjian bertemu dgn pangeranku di kampus (tepatnya aku yg memaksakan). Aku tidak sabar menanti datangnya pangeranku yg sbnrnya kupaksakan dtg krn urusanku dgn tman skelasku yg membutuhkan dia. Mungkin aku terdengar egois, akupun takut bgitu, tp aku tdk menyangka efeknya akan seburuk ini.
Istirahat dipercepat krn jadwal kuliah mnjadi berantakan, ada mata kuliah yg dimajukan. Jadi aku mengikuti temanku yg punya urusan dgnku untuk makan bersama agar lbh mudah brkomunikasi. Aku sempat memburu2kan cowokku untk dtg krn jadwal kuliah yg tdk tertebak ini. Ketika makan kuberitahukan letak keberadaanku pd pangeranku. Ternyata ia tdk tau patokan yg kusebutkan, gawatnya ia sudah memesan minuman di tmpat makan lain yg berlawanan arah cukup jauh dr tmpat kami. Tadinya aku menyuruhnya untuk menghampiriku (brdasarkan permintaan temanku) walau sbnrnya aku mrasa tdk enak. Ia pasti lelah berjalan kaki sejauh itu. Tapi akhirnya kami sepakat untk bertemu d dpan kelas selanjutnya.
Kemudian kami ke kls selanjutnya. Trnyata blm ada dosen dsana, stlh menunggu sbntar, aku khawatir dgn keberadaan cowokku. Untungnya ketika keluar kelas aku lngsng melihatnya, ia sudah duduk di kursi dkt dgn kelasku.
Ketika kuhampiri sontak aku kaget, keadaannya bgitu mengkhawatirkan. Ia sakit, ia terlihat benar2 sakit, tpi ia memaksakan datang dr rumahnya yg jauh ke kampusku ini hanya untk menuruti permintaanku. Aku merasa sangat bersalah dan sangat menyesal. Apalagi cowokku itu orangnya sok kuat, selalu memaksakan diri, ia tidak mengetahui limit ketahanan tubuhnya sndiri, dan bahkan tdk peduli. Maka hari ini aku disibukkan dgn kegiatan merawatnya. Aku membelikan semua yg ia perlukan dan ia minta, roti, obat, pulsa, tanpa peduli lelah yg telah menjalariku. Ini bukan apa2, perjuangannya pasti lbh berat. Dengan demam, batuk, dan badan yg lemas sprti itu, berjalan kaki dr tmpat makan yg kutahu agak jauh dr gerbang kampus, bahkan bela2in naik motor jauh2 dr rumahnya siang2 terik, pasti sangat berat baginya. Aku jdi berempati, aku paham betul ketidak nyamanannya, aku bs membayangkannya. Aku benar2 merasa bersalah, dan semoga pengorbananku membelikan semua keperluannya sendirian td dpt membayar rasa bersalahku. Aku benar2 berharap dia cpt sembuh. Bahkan aku yg biasanya solatnya ekspress, siang tadi memutuskan berlama2 di mushala untuk mendoakannya agar cepat smbuh. Bagaimanapun ini kesalahanku, harusnya aku tak perlu memaksakannya dtng seperti itu, urusanku ini tdk sepenting kesehatannya, bahkan bs ditunda. Bahkan ia tdk mau memberitahuku sblmnya kalau hari itu ia sakit, kalau sj aku tau, aku pasti melarangnya datang, dan itu pula alasannya.
Cheese, pangeranku yg baik hati dan tdk sombong, cpet sembuh yah! Biar kita bisa ngumpul dan main2 bareng lagi. Lain kali kalo sakit tolong ngabarin jujur, kasih tau ke aku. Biarin aku cemas setengah mati, dan maafin kalo aku cerewet ngatur kamu, this is coz i love you my prince! Te amo! Aishiteru, Mecha2 suki! JeT'aime! Wo ai ni!
Kamu terlalu takut aku cemas, biar aja sih aku cemas, yg pnting aku tau kejujurannya dr kamu. Toh rasa cemas gak akan mmbunuh org. Drpd aku santai2 aja tapi trnyata tnpa aku tau kamu kenapa2, aku mlh ngerasa bersalah bgt kalo begitu.
Kalo kamu mengakui aku sbagai pasangan, pendamping kamu dlm suka dan duka, tolong percayakan aku untuk membagi dukamu, jgn hanya sukamu. Krn kalo gitu kesannya aku hny sbagai pendamping di saat suka, saat senang aja. Krn kalo kmu memperlakukan aku bgitu, brarti kamu meminta untuk aku prlakukan sprti itu jg. Aku prnah membagi sakitku sma kamu dan kamu brsedia, jd apa salahnya kamu mmbagi ksulitanmu untuk kita tenteng brsama2?
Senin, 03 Januari 2011
Hari ini Genap 3 Bulan
Hari ini begitu spesial bagi kami. Walau cuma anniversary yg ketiga bulan, namun setiap bulan kuperingati dan kusyukuri. Kami sudah berjanji untuk bertemu dan membuat acara sendiri di Bekasi Square.
Gerimis menyapu jalanan, mengguyur kami sepanjang perjalanan. Aku sempat membeli keperluan untuk hamsterku sekaligus berteduh karena hujan menderas. Setelah reda kulanjutkan perjalanan sesuai rencana, tujuannya ialah Bekasi Square, mall yang sudah seperti lapangan bermain kami. Banyak cemilan dan tempat mengasyikkan disana, terutama atap Bekasi Square, tempat yang tidak banyak orang tahu, pemandangannya begitu indah dan anginnya begitu kencang, tempat favorit kami.
Sesampainya disana sepertinya kami kepagian. Semua stand jajanan ringan di depan Carrefour belum siap dibuka. Aku mengusulkan untuk ke tempat rahasia kami terlebih dulu sembari mengulur waktu.
Atap Bekasi Square, masih diguyur gerimis ternyata. Namun pemandangannya tetap tak terkalahkan, udara yang sejuk dan wangi khas hujan merasuki hidung, aku suka itu. Aku suka suasana setelah hujan, teduh, menenangkan. Disanalah kami bercengkrama, berfoto2 narsis khas kami, atau meluapkan kangen kami. Puas disana, kami kembali turun karena panggilan perut kami yang meminta diisi.
Stand yang ingin kutuju sepertinya hari ini tidak berjualan, sebagai gantinya kami memutuskan untuk membeli roti dalam Carrefour yang dinilai ramah pada budget kami. Kami membeli makanan secukupnya, lalu pergi seusai membayar. Kali ini tujuannya tempat favorit kami untuk makan dan bercanda menghabiskan waktu, foodcourt depan bioskop.
Kami memilih satu bangku, selanjutnya seperti biasanya, dia membuka laptopnya dan aku langsung membuka rotiku karena lapar. Aku memperhatikannya sambil menikmati setiap kunyahanku, ia bermain game yang kutularkan padanya, ia mengenal game itu karenaku, dan sepertinya ia sangat menyukainya. Aku tak bisa melawan wajah antusias itu, tak tega aku melarangnya walau kutahu harusnya ini "waktu kami", tapi aku sangat suka menikmati wajah riangnya, itu saja sudah cukup bagiku.
Akhirnya ia ingat untuk memakan rotinya. Lalu seperti rencana kami, ia mengeluarkan kotak harta karunnya yang sengaja ia bawa, begitupun aku dengan kotak hartaku. Kotak2 itu adalah tempat kami menyimpan barang2 kenangan kami selama maupun sebelum jadian. Kami bertukar kotak dan melihat isinya masing2. Aku kaget, dalam kotaknya terisi lengkap tiket2 bioskop yg pernah kami tonton bersama, sedangkan kotakku penuh disumpali struk2 pembelian setiap barang yang kami beli saat hang-out bersama. Kotak itu juga terisi tasbih pemberianku, juga kalung couplenya yang sepertinya lebih cocok untuk dijadikan koleksi museum, hehehehehe, sudah begitu karatan, juga ada jepitan usangku yg patah dan kutinggalkan di rumahnya (aku tidak menyangka ia benar2 menyimpannya).
Ia juga mengembalikan buku sketsaku yang sebelumnya kupinjamkan. Saat itu ingin kutunjukkan keahlian menggambarku yang lumayan memadai, isinya jelas gambar2 tentang kami berdua. Selain berstatus sebagai cowokku, ia juga sekaligus inspirasiku. Ia adalah keindahan tak terkira bagiku.
Setelah acara makan siang, aku mengajak untuk kembali ke atap BS, kali ini ke arena gokart yang belum jadi. Aku suka area yang luas itu, apalagi langit diatas sana menampakkan awan yg bergumul sejuk, indah sekali. Kami sempar bekeliling usil, narsis2 jail, dan berakting2 konyol ala video klip, kami memang pasangan iseng, tingkah kami cukup membuat desperate orang awam. Hahahahaha!
Kami sempat duduk dan bercerita, mengobrol ringan, selalu nyambung dan mengasyikkan berbicara dengannya. Cowokku memang orang yang cerdas dan fleksibel, aku sangat mengaguminya, dan pasti mencintainya.
Untuk mengundur waktu, kutawarkan untuk ngemil lg. Kuajak kebawah, melihat2 stand makanan ringan. Kuputuskan untuk membeli cemilan yang biasa kami beli, takoyaki, dan ia membeli poffertjes yg asing baginya. Ia memang tipe orang yg penasaran akan hal baru. Dan kami membawa makanan kami ke foodcourt diatas, tempat makan favorit kami. Kami makan dan berdiskusi kembali.
Itulah acara penutup kami sebelum akhirnya kami bubar. Udara masih sejuk ketika ia mengantarku pulang. Sebenarnya aku ingin mengundur waktu, untuk menyita waktunya lebih lama, untuk terus bersama. Tapi harus kusadari, aku tidak boleh egois. Waktunya juga merupakan hak keluarganya. Toh suatu saat nanti, jika kita diridhoi Tuhan untuk terus bersama, waktunya akan lebih banyak dihabiskan denganku, mendampinginya sepanjang hidupnya.
Gerimis menyapu jalanan, mengguyur kami sepanjang perjalanan. Aku sempat membeli keperluan untuk hamsterku sekaligus berteduh karena hujan menderas. Setelah reda kulanjutkan perjalanan sesuai rencana, tujuannya ialah Bekasi Square, mall yang sudah seperti lapangan bermain kami. Banyak cemilan dan tempat mengasyikkan disana, terutama atap Bekasi Square, tempat yang tidak banyak orang tahu, pemandangannya begitu indah dan anginnya begitu kencang, tempat favorit kami.
Sesampainya disana sepertinya kami kepagian. Semua stand jajanan ringan di depan Carrefour belum siap dibuka. Aku mengusulkan untuk ke tempat rahasia kami terlebih dulu sembari mengulur waktu.
Atap Bekasi Square, masih diguyur gerimis ternyata. Namun pemandangannya tetap tak terkalahkan, udara yang sejuk dan wangi khas hujan merasuki hidung, aku suka itu. Aku suka suasana setelah hujan, teduh, menenangkan. Disanalah kami bercengkrama, berfoto2 narsis khas kami, atau meluapkan kangen kami. Puas disana, kami kembali turun karena panggilan perut kami yang meminta diisi.
Stand yang ingin kutuju sepertinya hari ini tidak berjualan, sebagai gantinya kami memutuskan untuk membeli roti dalam Carrefour yang dinilai ramah pada budget kami. Kami membeli makanan secukupnya, lalu pergi seusai membayar. Kali ini tujuannya tempat favorit kami untuk makan dan bercanda menghabiskan waktu, foodcourt depan bioskop.
Kami memilih satu bangku, selanjutnya seperti biasanya, dia membuka laptopnya dan aku langsung membuka rotiku karena lapar. Aku memperhatikannya sambil menikmati setiap kunyahanku, ia bermain game yang kutularkan padanya, ia mengenal game itu karenaku, dan sepertinya ia sangat menyukainya. Aku tak bisa melawan wajah antusias itu, tak tega aku melarangnya walau kutahu harusnya ini "waktu kami", tapi aku sangat suka menikmati wajah riangnya, itu saja sudah cukup bagiku.
Akhirnya ia ingat untuk memakan rotinya. Lalu seperti rencana kami, ia mengeluarkan kotak harta karunnya yang sengaja ia bawa, begitupun aku dengan kotak hartaku. Kotak2 itu adalah tempat kami menyimpan barang2 kenangan kami selama maupun sebelum jadian. Kami bertukar kotak dan melihat isinya masing2. Aku kaget, dalam kotaknya terisi lengkap tiket2 bioskop yg pernah kami tonton bersama, sedangkan kotakku penuh disumpali struk2 pembelian setiap barang yang kami beli saat hang-out bersama. Kotak itu juga terisi tasbih pemberianku, juga kalung couplenya yang sepertinya lebih cocok untuk dijadikan koleksi museum, hehehehehe, sudah begitu karatan, juga ada jepitan usangku yg patah dan kutinggalkan di rumahnya (aku tidak menyangka ia benar2 menyimpannya).
Ia juga mengembalikan buku sketsaku yang sebelumnya kupinjamkan. Saat itu ingin kutunjukkan keahlian menggambarku yang lumayan memadai, isinya jelas gambar2 tentang kami berdua. Selain berstatus sebagai cowokku, ia juga sekaligus inspirasiku. Ia adalah keindahan tak terkira bagiku.
Setelah acara makan siang, aku mengajak untuk kembali ke atap BS, kali ini ke arena gokart yang belum jadi. Aku suka area yang luas itu, apalagi langit diatas sana menampakkan awan yg bergumul sejuk, indah sekali. Kami sempar bekeliling usil, narsis2 jail, dan berakting2 konyol ala video klip, kami memang pasangan iseng, tingkah kami cukup membuat desperate orang awam. Hahahahaha!
Kami sempat duduk dan bercerita, mengobrol ringan, selalu nyambung dan mengasyikkan berbicara dengannya. Cowokku memang orang yang cerdas dan fleksibel, aku sangat mengaguminya, dan pasti mencintainya.
Untuk mengundur waktu, kutawarkan untuk ngemil lg. Kuajak kebawah, melihat2 stand makanan ringan. Kuputuskan untuk membeli cemilan yang biasa kami beli, takoyaki, dan ia membeli poffertjes yg asing baginya. Ia memang tipe orang yg penasaran akan hal baru. Dan kami membawa makanan kami ke foodcourt diatas, tempat makan favorit kami. Kami makan dan berdiskusi kembali.
Itulah acara penutup kami sebelum akhirnya kami bubar. Udara masih sejuk ketika ia mengantarku pulang. Sebenarnya aku ingin mengundur waktu, untuk menyita waktunya lebih lama, untuk terus bersama. Tapi harus kusadari, aku tidak boleh egois. Waktunya juga merupakan hak keluarganya. Toh suatu saat nanti, jika kita diridhoi Tuhan untuk terus bersama, waktunya akan lebih banyak dihabiskan denganku, mendampinginya sepanjang hidupnya.
Sabtu, 01 Januari 2011
Our First New Year : My Dream Comes True
Aku memandangnya heran, sejak tadi ia asyik bermanja denganku di depan Rindhya dan Dhie, pasangan yg juga ikut dengan kami. Aku tahu ia senang, sama sepertiku, tahun baru pertama ini dapat kami habiskan bersama. Aku agak terkejut ketika ia membicarakan tentang sifatku ke kedua temanku itu sambil merangkul dan mencium pipiku mesra. Tidak biasanya ia manja begini, dan aku merasa sangat dicintai saat itu.
La Piazza, disinilah kami, aku, Rindhya, Dhie, dan cowokku Afry, bersiap menyambut tahun baru dalam keramaian event fireworks party nanti malam. Walau rencana sempat terundur, aku tidak kecewa. Malam ini benar2 indah, dan aku sangat bahagia bisa ada di sampingnya.
Aku ingat khayalanku dulu. Aku menginginkan suatu saat nanti dapat menghabiskan malam tahun baru bersama cowok yang kucintai, melihat pesta kembang api meriah bersama, kilauan kembang api besar terpampang di atas kepala kami dan kami bergandengan tangan di antara gemuruhnya massa dan lagu yang mengalun dari sebuah panggung. Terbilang hampir mustahil saat itu mengingat keoverprotektifan orangtuaku. Tapi aku tidak menyangka keinginan yang dulu terlihat mustahil itu bisa terkabul secepat ini. Aku telah menemukan pangeranku, dan itu mengubah keseluruhan hidupku. Ia membuat impian yang dulu kukira mustahil dapat terjadi...ia sendiri pun adalah keajaiban...
Kami melewati stand peralatan sulap, ada Abu Marlo disana. Aku tahu cowokku itu penggemar berat sulap, ia magician amatir. Hehehehe. Bukan sekali ini aku melewati tempat itu, dan setiap kali melewatinya aku bisa lihat sorot penasaran cowokku pada stand itu, tapi entah kenapa ia selalu enggan walau sudah kutawarkan untuk mampir. Sekarang bagusnya kami mampir, dan aku bisa melihat antusiasmenya melihat properti bidang favoritnya itu. Aku selalu senang melihat ia antusias seperti itu, walau ia lebih tua daripadaku namun saat itu ekspresinya seperti anak kecil, begitu riang, dan aku amat menyukai ekspresi antusiasnya itu. Ia sempat menjelaskan padaku dan teman2ku tentang trik yang dipakai si penjaga stand untuk memikat pelanggan, saat itu ia terlihat begitu keren dan mahir. Aku bangga mendampinginya, ia memang cerdas.
Di sebuah koridor tinggi di Gading Food City, dimana kami bisa melihat langit menghampar luas dan bergaung suara musik performance dari panggung. Disitulah kami menantikan detik2 pergantian tahun, berharap ini tempat yang tepat untuk melihat kemegahan pesta kembang api. Aku sangat menikmati momen kebersamaan itu.
Aku selalu suka pada pancaran kembang api, apalagi dalam pesta kembang api seperti ini. Dalam hidup aku tidak pernah menghadiri event pesta kembang api semacam ini, pastilah kembang apinya begitu besar mempesona. Ini juga salah satu mimpiku, berada dalam event seru seperti ini. Maka aku selalu tertarik setiap ada kembang api, bisa dibilang bunyi kembang api adalah hal yang begitu menarik perhatianku. Setiap ada bunyi, aku pasti segera beralih, ingin melihat wujud kembang api itu, seperti anak kecil yang gampang teralih perhatiannya pada sesuatu. Aku sangat mengagumi keindahan kembang api...
Dan aku sangat suka gabungan dari kedua hal yang aku sukai itu, pangeranku dan kembang api. Ia berada di sampingku, memegang tanganku, ketika kembang api memancar indah bertubi-tubi menutupi langit malam. Kilauannya begitu besar, tepat di atas kepala kami, ini seperti keajaiban, scene romantis ini dapat terjadi di hidupku. Aku tidak pernah mengalami momen sehebat ini, kembang apinya begitu hebat. Bersama gerumulan orang2 yg juga ikut menonton di belakang kami, ditemani beat lagu Ran yang begitu menunjang suasana, dengan sound effect bunyi terompet yang begitu riuh, kami merasa begitu bahagia. Ketika kembang api memeriahkan langit, bergaung suara Ran bernyanyi di atas panggung, dan pangeranku sempat ikut menyanyikan liriknya untukku. Hal itu mnjadi part favoritku. Ia selalu tahu caranya membuatku merasa berharga.
Kurasa ku telah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama...
Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya...
Ooh Tuhan tolong diriku...Tuk membuat dia kan jadi milikku...
Sayangku kasihku ooh cintaku...
She's all that i need...
Jika kurenungi...mencintainya bagai melihat kembang api...Indah, berdebar dan sedikit membuat terkejut...
Toh ia juga selalu berhasil menghadirkan kejutan2 baru dalam hidupku yang biasanya flat. Ia adalah keindahan, kemegahan, laksana kembang api besar yang menaungi langit malam. Tapi tak akan kubiarkan kilauan itu hanya sekejap seperti kembang api. Akan terus kujaga kilauannya seperti video HPku yang merekam indahnya langit dipenuhi kembang api itu, agar tetap bertahan begitu lama. Dan momen seharian ini tidak akan terlupakan seumur hidupku. Ini adalah Tahun Baru terhebat sepanjang hidupku...bukan karena pesta kembang api itu, tapi karena adanya dia disisiku...
Dan harapanku untuk tahun depan adalah...
Dapat menghabiskan tahun baru lagi dengannya, yang lebih hebat dari ini...
La Piazza, disinilah kami, aku, Rindhya, Dhie, dan cowokku Afry, bersiap menyambut tahun baru dalam keramaian event fireworks party nanti malam. Walau rencana sempat terundur, aku tidak kecewa. Malam ini benar2 indah, dan aku sangat bahagia bisa ada di sampingnya.
Aku ingat khayalanku dulu. Aku menginginkan suatu saat nanti dapat menghabiskan malam tahun baru bersama cowok yang kucintai, melihat pesta kembang api meriah bersama, kilauan kembang api besar terpampang di atas kepala kami dan kami bergandengan tangan di antara gemuruhnya massa dan lagu yang mengalun dari sebuah panggung. Terbilang hampir mustahil saat itu mengingat keoverprotektifan orangtuaku. Tapi aku tidak menyangka keinginan yang dulu terlihat mustahil itu bisa terkabul secepat ini. Aku telah menemukan pangeranku, dan itu mengubah keseluruhan hidupku. Ia membuat impian yang dulu kukira mustahil dapat terjadi...ia sendiri pun adalah keajaiban...
Kami melewati stand peralatan sulap, ada Abu Marlo disana. Aku tahu cowokku itu penggemar berat sulap, ia magician amatir. Hehehehe. Bukan sekali ini aku melewati tempat itu, dan setiap kali melewatinya aku bisa lihat sorot penasaran cowokku pada stand itu, tapi entah kenapa ia selalu enggan walau sudah kutawarkan untuk mampir. Sekarang bagusnya kami mampir, dan aku bisa melihat antusiasmenya melihat properti bidang favoritnya itu. Aku selalu senang melihat ia antusias seperti itu, walau ia lebih tua daripadaku namun saat itu ekspresinya seperti anak kecil, begitu riang, dan aku amat menyukai ekspresi antusiasnya itu. Ia sempat menjelaskan padaku dan teman2ku tentang trik yang dipakai si penjaga stand untuk memikat pelanggan, saat itu ia terlihat begitu keren dan mahir. Aku bangga mendampinginya, ia memang cerdas.
Di sebuah koridor tinggi di Gading Food City, dimana kami bisa melihat langit menghampar luas dan bergaung suara musik performance dari panggung. Disitulah kami menantikan detik2 pergantian tahun, berharap ini tempat yang tepat untuk melihat kemegahan pesta kembang api. Aku sangat menikmati momen kebersamaan itu.
Aku selalu suka pada pancaran kembang api, apalagi dalam pesta kembang api seperti ini. Dalam hidup aku tidak pernah menghadiri event pesta kembang api semacam ini, pastilah kembang apinya begitu besar mempesona. Ini juga salah satu mimpiku, berada dalam event seru seperti ini. Maka aku selalu tertarik setiap ada kembang api, bisa dibilang bunyi kembang api adalah hal yang begitu menarik perhatianku. Setiap ada bunyi, aku pasti segera beralih, ingin melihat wujud kembang api itu, seperti anak kecil yang gampang teralih perhatiannya pada sesuatu. Aku sangat mengagumi keindahan kembang api...
Dan aku sangat suka gabungan dari kedua hal yang aku sukai itu, pangeranku dan kembang api. Ia berada di sampingku, memegang tanganku, ketika kembang api memancar indah bertubi-tubi menutupi langit malam. Kilauannya begitu besar, tepat di atas kepala kami, ini seperti keajaiban, scene romantis ini dapat terjadi di hidupku. Aku tidak pernah mengalami momen sehebat ini, kembang apinya begitu hebat. Bersama gerumulan orang2 yg juga ikut menonton di belakang kami, ditemani beat lagu Ran yang begitu menunjang suasana, dengan sound effect bunyi terompet yang begitu riuh, kami merasa begitu bahagia. Ketika kembang api memeriahkan langit, bergaung suara Ran bernyanyi di atas panggung, dan pangeranku sempat ikut menyanyikan liriknya untukku. Hal itu mnjadi part favoritku. Ia selalu tahu caranya membuatku merasa berharga.
Kurasa ku telah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama...
Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya...
Ooh Tuhan tolong diriku...Tuk membuat dia kan jadi milikku...
Sayangku kasihku ooh cintaku...
She's all that i need...
Jika kurenungi...mencintainya bagai melihat kembang api...Indah, berdebar dan sedikit membuat terkejut...
Toh ia juga selalu berhasil menghadirkan kejutan2 baru dalam hidupku yang biasanya flat. Ia adalah keindahan, kemegahan, laksana kembang api besar yang menaungi langit malam. Tapi tak akan kubiarkan kilauan itu hanya sekejap seperti kembang api. Akan terus kujaga kilauannya seperti video HPku yang merekam indahnya langit dipenuhi kembang api itu, agar tetap bertahan begitu lama. Dan momen seharian ini tidak akan terlupakan seumur hidupku. Ini adalah Tahun Baru terhebat sepanjang hidupku...bukan karena pesta kembang api itu, tapi karena adanya dia disisiku...
Dan harapanku untuk tahun depan adalah...
Dapat menghabiskan tahun baru lagi dengannya, yang lebih hebat dari ini...
Langganan:
Postingan (Atom)





